Berbagi Ilmu Tentang Kata-Kata Filsafat

 

KATA-KATA FILSAFAT

Oleh: Irdatul F

1.      Nihilisme

Nihilisme adalah sebuah pandangan filosofis yang sering dihubungkan dengan Friedrich Nietzsche. Nihilisme mengatakan bahwa dunia ini, terutama keberadaan manusia di dunia, tidak memiliki suatu tujuan. Sebagai manusia perlu memberikan jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan akan kemana menuju. Agama memberikan jawabnya secara pasti. Ketika Nihilis biasanya memiliki beberapa pandangan: tidak ada bukti yang mendukung keberadaan pencipta, Agamawan menyakini adanya Sang Maha Pencipta.  moral sejati tidak diketahui, Agamawan menyadari adanya akhlaq mulia dan etika sekular adalah tidak mungkin. Agamawan punya teladan yang utama (Nabi Muhammad) Karena itu, kehidupan tidak memiliki arti bagi kaum Nihilisme. Namun, Agamawan tau dari mana dia berasal dari Allah Maha pencipta, untuk apa dia ada untuk ibdah kepada Allah dan akan kemana dia menuju akan kembali kepada Allah. dan tidak ada tindakan yang lebih baik daripada yang lain bagi kaum nihilisme terjangkit penyakit pesimisme sedangkan bagi Agamawan termotivasi optimisme.

2.      Simbolisme

Secara etimologis, kata ‘simbol’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu Symbolos yag berarti tanda, atau ciri yang memberitahukan sesuatu kepada seseorang. Istilah tanda dan simbol atau lambang memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Chaer (2012: 37) “tanda adalah suatu atau sesuatu yang dapat menandai atau mewakili ide, pikiran, perasaan, benda, dan tindakan secara langsung dan alamiah.” Misalnya ketika kita melihat ada tanda asap hitam yang membumbung tinggi pasti ada api besar atau mungkin kebakaran di sana. Jika kita melihat rumput basah dan tanah tergenang air, itu merupakan tanda bahwa telah terjadi hujan lebat. Sehingga bisa kita sebut bahwa tanda juga menandai bekas kejadian.

3.      Logicsm

Logicsm adalah sekolah pemikiran yang menganggap matematika murni sebagai bagian dari logika. Pendukung utama pandangan ini adalah G. Leibniz, G. Frege (1893), B. Russell (1919), AN Whitehead dan R. Carnap (1931). Di tangan Bertrand Russell klaim logicism menerima perumusan secara terbuka dan paling eksplisit. 

Semua konsep matematika akhirnya dapat direduksi menjadi konsep logis, asalkan ini diambil untuk memasukkan konsep teori himpunan atau system yang mirip seperti Teori Russell

Semua kebenaran matematika dapat dibuktikan dari aksioma dan aturan inferensi logika sendiri

Sumber:

4.      Intuisionisme

Beberapa ahli bahasa mengatakan bahwa secara bahasa, intuisionisme (berasal dari bahasa Latin,  intuitio yang berarti pemandangan  Sedangkan ahli yang lain mengatakan bahwa intuisionisme, berasal dari perkataan Inggris yaitu intuition yang bermakna gerak hati atau disebut hati nurani.

 

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, intuisi diartikan dengan bisikan hati, gerak hati atau daya batin untuk mengerti atau mengetahui sesuatu tidak dengan berpikir atau belajar. Perbedaannya dengan firasat atau feeling, kata intuisi lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat metafisika atau di luar jangkauan rasio, biasanya dipakai untuk menyebut indera keenam. 

5.      Idealisme

Filsafat idealisme ialah filsafat yang berpaham bahwa pengetahuan dan kebenaran tertinggi adalah ide, semua bentuk realita adalah menifestasi dalam  ide karena pandangannya yang idealis itulah idealisme sering tersebut lawan dari aliran realisme tetapi aliran ini justru muncul atas fasback realisme yang menganggap realita sebagai kebenaran tertinggi. secara logika antara realisme dan idealisme tidak bisa dipertentangkan. idealisme menganggap bahwa yang kongkrit hanyalah bayang-bayang yang terdapat dalam akal pikiran manusia. kamu edealisme sering menyebut dengan ide atau gagasan. seorang realisme tidak menyetujui pandangan tersebut, kaum realisme berpendapat bahwa yang ada itu adalah yang nyata real ekspiris  bisa di pegang bisa di amati dan lain-lain dengan kata lain suatu yang nyata adalah suatu yang bisa di indrakan yang bisa di terima oleh panca indra. terus dalam kontek pendidikan paham ini mencita-citakan pemikiran atau ide tertinggi secara kelembagaan institusional maka pendidikan akan di dominasi oleh fakultas dan jurusan filsafat dan jurusan pendidikan. metode yang digunakan oleh aliran-aliran idealisme adalah metode-metode dialitik sarat dengan pemikiran perenungan dialog dan lain-lain.

6.      Formalisme

Formalis seperti David Hilbert (1642 –1943) berpendapat bahwa matematika adalah tidak lebih atau tidak kurang sebagai bahasa matematika. Hal ini disederhanakan sebagai deretan permainan dengan rangkaian tanda –tanda lingistik, seperti huruf-huruf dalam alpabet Bahasa Inggeris. Bilangan dua ditandai oleh beberapa tanda seperti 2, II atau SS0. Pada saat kita membaca kadang-kadang kita memaknai bacaan secara matematika, tetapi sebaliknya istilah matematika tidak memiliki sebarang perluasan makna (Anglin, 1994). Formalis memandang matematika sebagai suatu permainan formal yang tak bermakna (meaningless) dengan tulisan pada kertas, yang mengikuti aturan (Ernest, 1991)



 

7.      Apriori

Apriori, yaitu sesuatu berkaitan dengan alasan atau pengetahuan yang berasal dari deduksi teoritis yang bukan dari pengamatan atau pengalaman.

8.      Aposteriori

Aposteriori yaitu yang melibatkan deduksi teori dari fakta dan pengalaman.

9.      Empirisme

Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan.

Empirisme secara etimologis berasal dari kata bahasa Inggris empiricism dan experience. Kata-kata ini berakar dari kata bahasa Yunani (empeiria) dan dari kata experieti yang berarti “berpengalaman dalam”, “berkenalan dengan”, “terampil untuk”. Empirisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial didasarkan kepada pengalaman yang menggunakan indera.

Selanjutnya secara terminologis terdapat beberapa definisi mengenai Empirisme, di antaranya: doktrin bahwa sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman, pandangan bahwa semua ide merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami, pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal.

10.  Fondalisme

Fondalisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa terdapat keyakinan yang mendasar dan menjadi landasan utama bagi semua pengetahuan yang dibangun di atasnya.Hal ini berhubungan dengan epistemologi. Fondasionalisme ini menjadi salah satu ciri utama filsafat modern sejak Descartes.Tugas pokok filsafat modern adalah mencari fondasi segala pengetahuan (fondasionalisme)

Komentar